Kisah Islami | Keputusan Yang Tertunda




Sesungguhnya hidup itu tidak ada di tangan manusia, jika tidak demikian maka setiap orang yang mati akan menghidupkan dirinya sendiri. Demikian juga kematian tidak di tangan manusia. Jika ada di tangan manusia maka tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang ingin mati....


Kematian ada di tangan yang telah menghidupkan dan menciptakan manusia di tangan Allah SWT. Anda akan melihat ketentuan umum yang berlaku pada sunnatul maut wal hayat (ketentuan tentang mati dan hidup). Pada waktu kurang dari seratus tahun kita umumnya sudah mati, sebagaimana sebelum seratus tahun yang lalu kita belum ada di dunia.  Demikianlah orang-orang sebelum kita, meski dengan perbedaan umur dan bilangan tahun….

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah dating waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf : 34).

Masing-masing kita akan hidup terbatas, ditemukan dengan ilmu Allah SWT. Dan peran kita di dunia ini juga sudah jelas sesuai dengan ketentuan umum. Masing-masing kita memiliki ajal terbatas. Jika telah dating tidk bisa ditunda. Betapa banyak orang yang dalam keadaan sehat wal afiat, dengan mendadak berpindah ke sisi Rabbnya.

Ditunjukkan kepadanya sebab yang paling kecil bagi kematiannya. Firman Allah : “Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah dating tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui.” (QS. Nuh : 4)

Sebaliknya betapa banyak orang yang mengalami sakit yang sangat berbahaya, mengalami luka yang berat, atau penyakit berat lainnya. Betapa banyak orang yang menghadapi serangan tepat dan mematikan, atau situasi yang membinasakan, akan tetapi merekan tetap hidup, tidak mati. Hal itu karena ajalnya belum sampai. Firman Allah : “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” (QS. Ali Imran : 145).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar