Muliakan Allah, Maka Allah Akan Memuliakanmu

Judul artikel pada kesempatan kali ini ialah merupakan sebuah pesan yang disampaikan oleh seseorang yang saya anggap sebagai guru. Saya berjumpa dengan beliau di sebuah masjid yang biasa saya sholat disana, dan beliau merupakan jamaah masjid tersebut.

Artikel ini saya tujukan untuk diri saya sendiri sebagai pengingat, dan semoga bermanfaat untuk Anda semua yang sempat membaca artikel ini.



Rutinitas kita setiap harinya terkadang menyita banyak waktu kita, kita dipertemukan dengan begitu banyaknya kesibukan yang seakan-akan tak akan ada habisnya. Kita berangkat pagi untuk bekerja hingga pulang sore hari. Apakah yang kita cari, iya benar, kita melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita setiap harinya. 

Sibuk Menilai Orang Lain Lupa Memperbaiki Diri Sendiri (Renungan)

Ada seorang pemuda yang bertanya tentang sebuah fenomena yang tengah terjadi disekitar kehidupannya. Dia menanyakan kegundahan hatinya kepada seorang Syaikh.



"Wahai Syaikh," ujar seorang pemuda, "Manakah yang lebih baik, seorang muslim yang banyak ibadahnya tetapi akhlaqnya buruk ataukah seorang yang tak beribadah tapi amat baik perangainya pada sesama?"

Jagalah Hak Allah Maka Allah Akan Menjagamu


Pernahkah kita merasa hubungan dengan suami tidak harmonis dan cenderung saling berselisih? Pernahkah kita merasa anak-anak makin sulit diatur, suka membangkang dan sulit sekali menerima nasihat dari kita? Pernahkah kita merasa diuji dengan permasalahan keuangan yang tiada habisnya? Atau pernahkah kita merasa bisnis kita tidak berjalan lancer dan sering sekali rugi?

Sebetulnya apa yang terjadi? Benarkah nasib kita yang buruk atau jangan-jangan kita sendiri yang lalai?
Pernahkah kita berpikir, mengapa ujian dating silih berganti menempa keluarga kita? Pernahkah kita berpikir tentang apakah sebenarnya tujuan Allah SWT memberikan kita ujian semacam ini?

Renungan - Firasat Orang Shaleh



Kadang perkataan orang shaleh adalah sebuah firasat tentang apa yang akan terjadi. Kisah dibawah ini beberapa diantaranya : 

Diceritakan bahwa Imam Syafi’I dan Muhammad bin  Al-Hasan pernah melihat seorang laki – laki. Imam Syafi’i berkata, “Sesungguhnya lelaki itu adalah seorang tukang kayu.” Sedangkan Muhammad bin Al-Hasan berkata, “Sesungguhnya lelaki itu adalah seorang pandai besi.” Lantas keduanya bertanya kepada lelaki tersebut tentang profesinya. Lalu dia menjawab, “Dulu saya seorang pandai besi dan saya sekarang tukang kayu.”

Kisah Tentang Sahabat Nabi SAW Yang Bernama Abu Darda ra Dan Ontanya



Hari Kiamat adalah hari yang besar. Hari dimana orang taat dan pelaku maksiat keduanya menyesal. Mereka yang taat menyesal, kenapa dulu tidak beramal lebih banyak dari apa yang telah dilakukannya. Pelaku maksiat, sesal mereka adalah sesal yang tak terperi. “Sekiranya kami dulu mendengarkan dan merenungi, tentu kami tidak menjadi penghuni neraka ini,” kata mereka.

Ada sebuah kisah, yang mengingatkan kita akan besarnya pertanggung-jawaban di hari Kiamat. Kisah tersebut tentangsahabat Nabi SAW yang bernama Abu Darda ra. dengan seekor ontanya.


Abu Darda memiliki seekor onta yang ia beri nama Damun. Tidak pernah ia letakkan suatu barang yang tak mampu dibawa oleh onta itu. Apabila ada seorang yang meminjam si onta, Abu Darda berpesan, “Engkau hanya boleh membawa barang ini dan ini padanya, karena ia tak mampu membawa yang lebih banyak dari itu.”