Laman

Kisah Nyata | Harga Wajah Wanita di Persidangan

Kisah Nyata | Harga Wajah Wanita di Persidangan


Oleh Sukpandiar Idris Advokat As-salafy

Muhammad bin Musa al-Qadhi berkata, " Pada suatu hari di tahun 286 H, saya menghadiri sidang Musa bin Ishaq al-Qadhi. Sidang atas kasus yang di ajukan oleh seorang tua yang menggugat menantunya karea ia ingkar janji (wan prestasi dalam bahasa hukum perdata (AH) senilai 500 dinar- setara Rp. 1 Milyar 200 juta lebih! yang ia janjikan.

Hakim mengatakan, " Datangkanlah para saksimu". Orang tua itu mengatakan, saya telah menghadirkan mereka dalam sidang ini.' Sang hakim lalu minta kepada sebagian saksi untuk melihat kepada sang isteri, lalu saksi berdiri, dan wanita (sang isteri) juga berdiri.

Mengetahui hal itu, suaminya berkata, "Apa yang hendak kalian lakukan?" Pengacaranya mengatakan, "Mereka akan melihat wajah isterimu untuk mengecek kebenarannya." Maka sang suami mengatakan , "saya bersaksi kepada hakim bahwa saya mengakui punya hutang mahar pada isteri saya asalkan dia tidak membuka wajahnya (Niqob, Cadar atau sejenis-AHSI) kepada orang lain."....

Kisah Inspirasi Islami | Keledai dan Sumur

Kisah Inspirasi Islami | Keledai dan Sumur



Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis selama berjam-jam, sementara petani memikirkan apa yang harus dilakukan. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun dan ditutup karena berbahaya, jadi tidak guna menolong keledai. Lalu ia membawa sekop dan mulai menimbun sumur itu dengan tanah.

Pada mulanya, keledai menyadari apa yang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke sumur, si petani melihat ke sumur dengan tercengang. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yangg menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkankan badannya agar tanah yang menimpanya turun ke bawah. Segera saja semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri....

Kisah Cerita Islam | Manusia Biasa


Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu ?

Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir, manusiawi lah). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim.

Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi....

Kisah Cerita Islam | Kisah Nabi Isa dan Tiga Potong Roti




Suatu ketika Nabi Isa As melakukan perjalanan dengan di temani oleh seorang Yahudi, dengan membawa bekal tiga kerat roti yang satu dipegang beliau dan yang 2 dibawa oleh temannya tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh mereka beristirahat disuatu tempat, Nabi Isa berkata "baiklah, kita sudah lelah, mari kita beristirahat disini, mana roti yang kau bawa mari kita makan.

Sebelum memakan roti Nabi Isa As bergegas sholat terlebih dahulu. Dalam hati si yahudi berkata "enak saja, roti yang ku bawa ingin dimakan padahal dia membawa juga satu roti, ah...sebaiknya aku makan dulu roti yg satu ini". Ia pun menjauh dari Nabi Isa yang sedang sholat dan memakan roti yang satu.

Selesai sholat Nabi Isa As menanyakan roti kepada si Yahudi untuk dimakan bersama-sama namun si Yahudi berdalih bahwa ia hanya membawa satu roti, Nabi Isa As berujar "Baiklah kalau begitu."......

Kisah Cerita Islam | Puncak Malu Kepada Allah

Kisah Cerita Islam | Puncak Malu Kepada Allah

Umar bin Ubaidullah bin Ma’mar melewati seorang laki-laki hitam sedang makan di sebuah kebun. Di depannya terdapat seekor anjing. Jika dia makan satu suapan, dia melemparkan satu suapan pula kepada anjing tersebut.

Umar bertanya, “Apakah itu anjingmu?” Dia menjawab, “Bukan.”

Umar bertanya, “Mengapa kamu memberinya makan seperti apa yang kamu makan?”
Dia menjawab, “Aku malu dari pemilik dua mata yang melihatku, sementara aku menguasai makanan itu dan dia tidak makan.”...